Intership adalah sebutan yang ramai dibicarakan ketika kita sudah memasuki kelas XI di MAPK Solo. Di saat bayangan estafet kepengurusan sudah mulai di depan mata, tetapi kita harus melewati satu masa terlebih dahulu yaitu masa Intership, yang merupakan wadah latihan bagi calon pengurus Organisasi Pelajar Program Keagamaan (OPPK), untuk mempersiapkan diri agar ke depannya saat sudah diberi amanah mereka sudah siap dan tidak merasa kaget lagi.
Namun tak bisa disangka, di tengah padatnya jadwal sekolah, hafalan, dan kegiatan asrama, hadirnya masa Intership tak jarang disambut dengan keluh kesah, sebagian santri menganggapnya itu sebagai hal yang sangat penting bagi calon pengurus, tetapi juga ada sebagian santri yang memandang bahwa Intership hanyalah beban baru yang menyita istirahat mereka untuk mengurus program kerja, padahal di dalam realitanya masa Intership ini bukan cuma sekedar formalitas yang memberatkan, tetapi kunci penting untuk membentuk kesiapan mental dan karakter sebelum nantinya mereka resmi memegang amanah di OPPK.
Sebagai wadah simulasi, masa pra-organisasi ini diadakan untuk melatih kesiapan kita dalam memegang kepengurusan kelak. Di sinilah kedewasaan kita diuji, rasa kebersamaan dipupuk, serta sikap amanah dan tanggung jawab mulai diasah. Menjalankan organisasi tidak bisa sendirian. Berbagai divisi di dalam OPPK saling terkait dan saling membutuhkan. Oleh karena itu, komunikasi yang cair dan kekompakan mutlak dimiliki sejak dini. Pada akhirnya, lewat masa internship inilah kita diajak untuk saling mengenal satu sama lain lebih dalam, sekaligus belajar menghargai setiap program kerja dari berbagai divisi yang ada.
Selain itu, masa intership juga menjadi tempat paling aman untuk belajar dari kesalahan. Di bawah bimbingan para sister-sister yang masih menjabat, kita diberikan ruang untuk mencoba, mengevaluasi, hingga memperbaiki kekurangan tanpa perlu takut salah secara fatal. Dari sini pula time management kita diuji bagaimana menyeimbangkan antara kejaran hafalan, tugas madrasah, dan tanggung jawab organisasi tanpa ada yang dikorbankan.
Pada akhirnya, intership OPPK bukanlah beban yang hadir untuk mengambil waktu istirahat kita, melainkan kawah candradimuka yang sengaja disiapkan untuk menguatkan mental. Amanah tidak pernah salah memilih pundak. Menyikapi masa intershipini dengan niat belajar dan keikhlasan adalah kunci utama agar saat estafet kepemimpinan itu resmi diserahterimakan, kita sudah berdiri siap sebagai pengurus OPPK yang tangguh, solid, dan bertangung jawab.
Written by Internship Litbang 2026: Zafira Azra, Faisa Kayana, and Intan Fadila
