Puisi: Apa yang kamu tunggu?

Ada yang membiarkan angan bermalam di kepala,
ada yang sigap melangkah, meraba wujudnya.
Namun sekuat apa pun jemari memegang kemudi,
kehendak Ilahi jua yang menentukan muara.

Netaku merekam kisah seorang karib
baginya Malioboro sebagai muara angan
Menyimpan rasa dalam bingkai melodi yang sepadan
Namun dirinya bungkam tanpa pergerakan

Tak sama dengan sang penjejak waktu,
ia memboyong asa ke pusat keilmuan.
Tanpa ragu melangkah demi tujuan,
lantas, apa yang ada dalam genggaman?

Biarkan angan menjadi sketsa tujuan
Menitih langkah jejak berpegang pedoman
Perjalanannya ialah tanda keberanian
Dan buahnya kelak menjadi makna dalam keabadian

Written by: Faisa Kayana from Grafazenth