Menghidupkan Nilai Dakwah di Tengah Masyarakat: Kiprah Santri MAPK Surakarta dalam Camping Dakwah Ramadhan (CDR)

Di dunia pendidikan keagamaan, teori tanpa dibarengi aksi nyata akan kehilangan hakikatnya. Prinsip inilah yang melandasi terlaksananya Camping Dakwah Ramadhan (CDR) yang diselenggarakan oleh para santri kelas XI Organisasi Pelajar Program Keagamaan (OPPK). CDR merupakan kegiatan rutin tahunan MAPK Surakarta sebagai aktualisasi ilmu agama yang telah mereka dapatkan melalui pengabdian dan dakwah secara langsung di tengah masyarakat. Kegiatan ini berlokasi di Kabupaten Karanganyar yang terbagi di beberapa titik: Dusun Gedong, Kelurahan Gedong untuk Kafilah Tasneem, Dusun Pelet, Kelurahan Gedong untuk Kafilah Azimah, serta Desa Jumapolo untuk Kafilah Qobiltu Yai.

Pemilihan lokasi tahun ini terasa kian istimewa karena berada di dusun yang sama dengan kediaman alumni MAPK angkatan kedua yang menjadi generasi pelopor kegiatan CDR. Alumni tersebut turut mendukung penuh kegiatan dengan memfasilitasi rumahnya sebagai basecamp salah satu kafilah. Melalui tema "Ramadhan Selalu di Hati, Penuh Arti", para santri berharap syiar yang dibawakan dapat memberi kesan mendalam bagi warga setempat. Kegiatan ini dilaksanakan selama sepuluh hari, mulai tanggal 2—11 Maret 2026. Dalam kurun waktu tersebut tampak wajah baru pengabdian masyarakat yang tidak lagi sebatas sosialisasi satu arah.

Beragam kegiatan positif digelar untuk menyambut antusiasme warga, mulai dari cek kesehatan gratis, pembagian bansos, Tabligh Akbar, hingga obrolan santai bareng remaja. Syiar Ramadan pun tetap berjalan lewat pesantren kilat dan kultum rutin. Tidak hanya itu, CDR kali ini menghadirkan suasana baru yang berbeda dari tahun tahun sebelumnya. Para santri menyediakan layanan cukur rambut gratis secara mendadak yang rupanya disambut hangat oleh para warga. Melalui beragam aksi ini, santri MAPK Surakarta membuktikan bahwa mereka tidak hanya belajar ilmu agama di kelas.

Mereka juga dilatih untuk peka terhadap masalah kesehatan, ekonomi, dan pembinaan generasi muda. Pendekatan ini membuat dakwah menjadi lebih modern, dekat dengan masyarakat, dan terasa langsung manfaatnya. Naila Puspita Dewi, selaku Ketua Pelaksana CDR 2026, mengungkapkan rasa syukur atas kelancaran seluruh rangkaian kegiatan ini."Awalnya ada keraguan untuk menjalankan agenda sebesar ini. Namun, berkat kebersamaan dan komitmen seluruh pihak, acara dapat berjalan dengan baik sesuai harapan, bahkan meninggalkan kesan yang mendalam bagi warga desa," pungkasnya.

 

Written by IPK Crews: Mazaya Rasikh and Faisa Maharani